my teen diary











{November 16, 2009}   pengalaman baru

10 nopember layaknya semua sekolah, termasuk sekolahku merayakan hari pahlawan. Hari itu sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar. Sebagai gantinya, setelah upacara bendera seluruh siswa diperlombakan antar kelas diantaranya cosplay dengan dress code pahlawan indonesia. Selain cosplay ada juga lomba pidato bung Tomo, mini drama kepahlawanan dan puisi.

Di kelasku aku kebagian lomba mini drama dengan peran petani yang membantu pejuang 45. Peran kecil yang tidak aku anggap kecil karena dalam perjuangan dulu rakyat jelata mempunyai andil dan sumbangan yang sangat besar menghantar negeri ini menjadi merdeka.

Awalnya aku pikir peran ini sepele dan mudah namun ternyata merepotkan. Aku harus menggunakan kemben/ kain yang memperlihatkan bahu. Wah, ga kuat2 bisa masuk angin :) Namun bukan itu. Untuk melindungi my breast tentu aku harus pake bra tapi kalau bahu terbuka gimana urusan talinya?????

Syukur banget punya kakak baik hati dan pinter, mb Nurul :) Mba Nurul ngasih dua alternatif yaitu mo pake strapless bra atau bra dengan strap bening. Kalau mo hemat biaya ya strap bening tapi tetap aja keliatan dari jarak dekat. Pilihan jatuh pada strapless bra. Dengan kebaikan mb Nurul aku akan dibeliin yang satu ini. Namun karena ukuranku yang belum gedhe bener, maka agak susah mencarinya. Kebanyakan yang seperti ini nomor-nomor cukup besar 32D keatas sementara kalau pake yang kelonggaran kayak gitu bisa-bisa ntar kayak si Tafana Dewi di acaranya Tukul.

Keliling 2 mall akhirnya ketemu juga strapless bra yang cocok dengan ukuranku.

Saat lomba, ternyata kelasku juara satu untuk mini drama ini dan seluruh isi kelas bergembira. Cosplay dapet juara II dengan tokoh Pangeran Diponegoro dan Cut Nya’ Dien sedangkan lomba pidato dan puisi hanya juara harapan I.

MERDEKA…. SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA



{November 12, 2009}   akhirnya datang juga

Apa yang udah diprepare dari sejak lama, akhirnya datang juga. Ini terjadi pekan yang lalu. Sepulang exkul drum band aku capek banget. Abis sholat asar bukannya mandi atawa yang lain malah tiduran dulu da akhirnyapun tidu beneran. Ga tau kenapa, padahal latihan hari itu cuma wira-wiri di lapangan sepak bola sekolahan, namun badan rasanya sakit semua.

Bangun tidur menjelang maghrib badan rasanya udah agak segar. Tapi saat itu terkagetkan dengan penampakan yang ada di sprei tempat tidurku yang putih. Ada noda merah selebar piring tepat di bawah bokongku saat tidur tadi. Aku raba bagian belakang ada yang lembab, juga terasa di my panty. Buru-buru aku buka skirt dan nampak noda merah itu disana. Aku ga boleh panik dan teriak. Apalagi di rumah emak belum pulang dari pasar. Segera aku copot semua yang aku pakai dan menggunakan daster yang tergantung di kapstok. Tak lupa aku tarik sprei yang bernoda itu. Semua aku kumpulkan di pojokan untuk nanti dicuci.

Aku ke kamar mandi membawa sebuah pembalut yang sudah disediakan mb Nurul dalam bentuk first period kit buatan sendiri yang sangat manis. Mba Nurul mbuat sendiri karena emang katanya di Indonesia belum ada yang punya inisiatif memasarkan, tapi mesti buatan sendiri ga kalah bagusnya ama yang ada di internet malah mungkin lebih lengkap. Selain pembalut, ada juga perlengkapan remaja seperti body cologne, bedak, lipgloss, buku seputar mens (yang ini udah aku baca duluan begitu dapet kado ini), kiranti, dan obat mereda nyeri. Mesti udah beberapa kali belajar menggunakannya namun tetap aja canggung untuk memakainya. Ada serasa mengganjal di antara paha, rada beda sewaktu pake pantiliner sehingga mempengaruhi jalanku.

Keluar dari kamar mandi rupanya emak udah ada di dapur, begitu juga mb Nurul udah pulang kerja. Dasar orang tua penuh perhatian, setelah salaman cium tangan ditanyanya aku

“Kamu kenapa Yu, koq jalannya gitu amat. Capek tadi latihan”

“mak….. udah dateng…”

“ini anak, ditanya lain jawabnya lain. siapa yang udah dateng”

“sini dech”. emak aku tarik untuk mengikutiku ke kamar. Di dalam aku perlihatkan sprei yang ada nodanya tadi.

“wahyu… selamat ya. kamu sekarang udah gedhe. aduh selamat ya. Nur… sini ke kamar adikmu ini’

Ga sampai semenit mb Nurul udah di kamarku.

“Nur, adikmu udah dewasa nich. nich lihat”

Sebenarnya aku malu, masak sich noda mens aku ditunjuk-tunjukin ke orang. Tapi disela malu itu aku sekarang seneng dan bangga udah resmi bukan anak-anak lagi. Maghrib itu aku dapet diskon untuk tidak sholat hingga aku dinyatakan bersih dari mens.

Keesok harinya, pulang sekolah aku dapet surprise. Ada yang rame di dalam, hampir semua saudaraku dan perempuan semua. Begitu masuk rumah, semua ngasih selamat padaku. Acara ritual tarapan akan dimulai. Puncaknya nanti ketika aku udah bersih.



{Oktober 22, 2009}   prepare

Udah 4 hari ini one down there keliatan aktif banget ngeluarin getahnya. Untung udah tau pegimana make pantyliner. Kata emak aku udah kudu prepare lebih kalo-kalo dalam beberapa hari ke depan mens aku datang. Karena itu dalam tas sekolahku aku udah nyiapin pembalut and CD.



{Oktober 21, 2009}   mens di beberapa daerah

• Suku Dayak Iban dan Kayan, Kalimantan

Di suku ini, perempuan akan mengalami proses penatoan pada tubuh, setelah hari pertama menstruasi. Supaya badan si cewek enggak bergerak saat ditato, satu lesung besar ditaruh di atas tubuhnya. Uniknya, kalau merasa kesakitan dan pengen nangis, suara tangisan harus dilakukan memakai alunan nada khusus. Selama proses ini, semua laki-laki dilarang ke luar rumah.

• Suku Mee, Paniai, Papua

Di sini, cewek-cewek yang baru mendapat menstruasi pertama dikumpulkan dalam satu pondok, yang sudah dibangun oleh saudara laki-lakinya. Selama menstruasi, cewek tersebut enggak boleh tidur, pada malam hari harus terjaga, supaya enggak mimpi buruk. Jika menstruasi selesai, pondok tadi harus dibakar berikut pakaian yang dipakai selama tinggal di pondok. Mereka juga harus memerhatikan ke mana angin membawa asapnya terbang, karena arahnya menandakan apakah si cewek tersebut akan menikah atau enggak.

• Suku Karen, Thailand

Cewek-cewek di suku Karen, dianggap cantik ketika memakai gelang di leher, yang sudah dipakai sejak mereka berusia lima tahun dan akan bertambah saat mendapat menstruasi pertama. Selanjutnya, gelang-gelang ini hanya boleh dibuka tiap dua atau tiga tahun sekali, itu pun hanya untuk menambah jumlahnya. Uniknya, kaum cewek di suku ini hanya boleh hidup sampai umur 45-50 tahun, karena berat gelang yang mencapai 7 kg, dipercaya merusak tulang leher jika usia bertambah tua.

• Suku Beng, Pesisir Ivory, Afrika Barat

Cewek yang pertama menstruasi di suku ini, harus tinggal di goa-goa desa bernama menstrual huts. Saat pengasingan ini, mereka enggak boleh ketemu keluarga dan menyentuh makanan jenis tertentu. Baru boleh balik ke rumah lagi setelah menstruasinya selesai.

• Suku Solomon, Kep. Solomon, Pasifik Selatan

Sama kayak di Kalimantan, cewek-cewek yang baru pertama kali menstruasi mengalami penatoan pada wajahnya, pertanda tahapan baru dalam kehidupan. Dipimpin kepala adat, teknik penatoan yang dipakai masih manual. Jarum untuk membuat tato berasal dari tulang binatang, tintanya berasal dari bahan tradisional. Upacara ini diadakan agar semua penduduk tahu kalau ada cewek yang sudah menjadi remaja dewasa.

• Suku TiV, Nigeria Tengah

Upacara di sini disebut Imborivungu atau tradisi burung hantu. Saat upacara, si cewek seolah-olah dikorbankan untuk menggambarkan bentuk tanggung jawabnya sebagai remaja dewasa kepada bumi. Bertempat di perkebunan, upacara yang berlangsung sampai tengah malam ini dipimpin Kepala Suku.

• Suku Bijonos, Guinea Bissau, Afrika

Upacara menstruasi pertama kali di sini berbahaya. Si cewek harus berdiri di atas api didampingi beberapa wanita untuk dimurnikan jiwanya. Tapi jangan khawatir, sebelum upacara berlangsung Kepala Suku sudah mengucap doa-doa supaya si cewek enggak beneran terbakar. Selama upacara, si cewek juga harus menarikan tari Trans bersama wanita desa lainnya.

• Suku Mogul, Turki

Di desa Anatolian yang dihuni suku Mogul, cewek-cewek mendapat menstruasi pertama kali diasingkan di gubuk khusus, yang dibangun saudara laki-lakinya. Selama itu, cewek-cewek enggak boleh berbicara kepada laki-laki. Yang boleh berkunjung dan ngobrol dengan mereka hanya ibu dan neneknya. Di pengasingan inilah, mereka belajar semua keterampilan seperti memasak dan menjahit. ***

sumber Majalah Cosmogirl



{Oktober 20, 2009}   cukur

Lama-lama bulu kemaluanku terasa lebat. Terkadang risih kalau sedang eskul renang karena pernah ketauan ada selembar dua lembar nongol dari balik baju renangku.

Aku pikir lebih baik kalau mencoba mencukur bulu bawah. Aku lakukan tentu dalam kamar dan sebelum mandi.

  1. Pertama aku duduk di kursi tanpa lengan (tentu udah buka CDnya dong).
  2. Biar ga ketauan aku gelar koran bekas di bawah kursi untuk menampung rambut yang kepotong.
  3. Buka lebar kaki kemudian gunting dulu rambut biar cukup pendek.
  4. Basahi rambut pake air dan sabun berbusa biar ga perih.
  5. Pake penyukur rambut (beli aja di minimarket) mulai dari atas dulu.
  6. Pegang kulit pake tangan kiri, cukur pake tangan kanan karena banyak daerah yang berlekuk
  7. Kalo udah bersih pake baby oil

Hasilnya asyik juga, kaya anak-anak lagi hiiiiiihiiii. Tapi yang jelas ga ngganggu waktu mau renang.



{Oktober 9, 2009}   enak…

Enak, itu ungkapan pertama aku mengenalnya. Awalnya ga tau apa, tapi disetiap baca cerpen atau novel yang nyerempet tentang dewasa ada rasa aneh menjalar tubuhku. Terasa hangat. Ujung boobpun sedikit mengeras. Sehabis itu akan ada yang membasahi undies bawah. Dari temen-temen baru aku kenal itu namanya erotisme. Dari Ana aku dikenalkan apa yang namanya mengekspolasi tubuh dengan sambil membaca novel dewasa sambil mengelus niple atau something down there. Akibatnya, seluruh badan terasa bergetar dan lemas namun kemudian seperti kesegaran baru. Ana menyebutnya mastur atau coli. Penasaran akan hal itu lewat paman gugel nyari referensi ternyata banyak. Tak puas dari gugel aku tanya mbak Nurul, katanya hal itu bisa bikin dosa.hiiiii



{Agustus 13, 2009}   my first beha

Kejadian curvy drowd aku sampaikan ke kakakku mb Nurul dan dengan baik hati mb Nurul sepulang sekolah tadi aku diajak ke pertokoan. Bingung milih-milihnya karena ini pertama kalinya aku membeli. Karenanya terserah mb Nurul aja mana yang bagus. Aku dibelikan 5 buah bra dan 2 camisole. Thanks mb Nurul.

e9a57db303532810c2cc8f4944bc084f_large

pinkSoal ukuran, malu ach kalo harus disebutin. masih kecil :)

Sampai di rumah aku harus belajar lagi bagaimana memakainya. hehehehe, khan lain ama miniset yang lebih mirip singlet sementara ini ada kait. Dalam kamar aku dan mba Nurul mencobanya dan kamipun cekikikan.lucu, anak baru gede pertama kali make beha. hihihii. Bra yang sudah dicoba ga aku copot lagi tapi langsung aja baju aku kenakan juga. Ternyata emang ada rasa sedikit nyaman tidak sakit lagi di ujung my bud. thanks mb Nurul.



{Agustus 10, 2009}   curvy crowd

Tadi pagi pelajaran olah raga. Kali ini lari marathon (mungkin pak Budi lagi males ngasih exercize lain sehingga kami cukup lari keliling). Ada perasaan ga nyaman di dadaku terutama my buddy.

Pulang sekolah ini aku ngaca di depan meja rias, hmmm ternyata i have little curvy in chest. Miniset pembelian emak kayaknya udah tidak bisa membalut dadaku yang mulai tumbuh. Tapi kenapa pula mens-ku tak kunjung datang ya? Padahal bushes down there udah tumbuh dan cukup lebat. maybe tinggal tunggu waktu aja



{Juli 31, 2009}   gelisah..

Belakangan aku dirisaukan oleh apa yang sedang berkembang pada tubuhku yaitu bulu. Bulu halus mulai nampak di beberapa tempat seperti lengan dan kaki. Sebenarnya pengen untuk ngilanginnya tapi ga tau gimana. Dicukur pake silet ntar takutnya malah makin lebat. Satu lag lokasi yang cukup bikin risau yaitu ada tipis di atas bibir. Aduh mak….. masak aku kumisan sich.

eh tapi Revalina S Temat juga kumisan ya, cantik lagi….



{Juni 2, 2009}   Lina dan Lani

Lina dan Lani adalah temenku satu kelas. Mereka adalah kembar identik (begitu yang aku tahu dari pelajaran biologi bu Emi yaitu kembar yang berasal dari satu ovum).

Kekembaran mereka begitu identiknya sampai jumlah tahi lalatnyapun sama. satu yang membedakan keduanya adalah makanan kesukaan. Lina ga tahan sama pedes sementara si Lani jagonya sambel. Kalau udah gini sulit khan membedakan.

Bagi temen sekelas ada sedikit clue membedakan keduanya yaitu gelang serat rami di tangan Lina ada sedikit warna hijau sementara gelang Lani merah. SSStttt informasi ini semoga ga tersebar luas biar pada pusing membedakan keduanya hehehehe.

Minggu yang lalu ada kejadian unik sekaligus heboh di sekolah karena mereka.  kami dikagetkan setelah olah raga Lina nangis di ruang ganti. Ternyata dia sedang kedatangan tamu bulanan dan saat itu untuk pertama kalinya. Dia nangis karena bingung ga ada ganti cd. Untung saja warung mba Sarmi deket gerbang depan sedia cd walaupun standar banget. UNiknya ternyata malam harinya Lani kedapatan mens untuk pertama kali juga. Kayak udah janjian ya…..



dan lain-lain